CAM KẾT 100% CHÍNH HÃNGnguồn gốc, xuất xứ sản phẩm rõ ràng ĐÓNG GÓI CẨN THẬNđảm bảo độ an toàn cho sản phẩm XEM HÀNG TRƯỚC KHI NHẬNquyền lợi tối đa cho khách hàng
Jadi driver gojek ga semata-mata aman nyaman sejahtera lho, banyak juga “musuhnya” selama di per-Gojek-an, ini yang berhasil gue kumpulin baik info dari media, grup WA atau dari sesama driver kalo ngobrol dijalanan.
1. Driver Gojek VS Ojek Pangkalan
Kalo masih inget sempet booming tuh kasus di Kuningan, gara-gara ada penumpang yang cerita disosial media tentang pengalamannya saat naik Gojek,
tapi sebelum itu, udah banyak hal kayak gitu terjadi, tapi ga ke-blow up media (sosial) aja, sering gue diceritain ama para senior yang udah lebih dulu masuk kalo ribut ama opang. Tapi seiring waktu saat ojek pangkalan mulai banyak yang bergabung, makin sedikit terdengar kasus driver Gojek VS Ojek pangkalan, kecuali didaerah tertentu dan kota-kota tertentu saja yang masih mengalami penolakan.
2. Driver Gojek Senior VS Driver Gojek Junior
Sejak Gojek Indonesia membuka keran lebar-lebar untuk menjadi driver saat di GBK, mulai terjadi “konflik” antara Senior-Junior, ya wajar aja sih kalo menurut gue kayak gitu, mengikuti hukum ekonomi aja, ada supply(Driver) ada demand (Customer), saat supply (driver), demand (Customer)nya banyak, ya udah pasti drivernya makmur, tapi saat perekrutan baru, jumlah driver over supply, sedangkan peningkatan demand ga sebanding, jadilah hal tersebut menggerus pendapatan para driver terutama driver senior yang pernah merasakan pendapatan tinggi.
3. Driver Gojek Penuh WaktuVS Driver Gojek Bekerja
berkurangnya pendapatan (driver lama) atau kecilnya pendapatan (driver baru) yang tidak sesuai dengan gembar-gembor di sosial media mengakibatkan rasa saling curiga antar driver, pernah gue abis anter customer ke Sampoerna Strategic, tadinya mau langsung ke kantor, tapi karena lihat jam masih bisa ambil satu penumpang lagi, gue nongkrong dibawah flyover Sudirman, disitu gue ditanya apa gue kerja, pas gue iyain, mereka ngusir. Saat ngobrol dengan driver lain, ternyata punya pengalaman yang sama.
Bahkan kalo dilihat di FB, wuihhh kasar-kasar banget bahasanya. Gue bingung aja, Gojek Indonesia aja ga pernah punya larangan khusus untuk hal tersebut, nah ini para driver punya peraturan sendiri untuk driver lain… disitu kadang gue ngerasa miris.
4. Driver Gojek Polosan VS Driver Gojek Mod
Jangan kira driver gojek itu orang ga punya pengetahuan ya atau pengetahuannya terbatas, jangan salah, banyak juga yang lulusan sarjana dan cuma nyambi untuk nambah penghasilan ada juga yang memang punya skill dibidang tertentu dan juga ngojek, banyak lho ternyata yang punya skill tentang pemrograman bahkan ada yang sudah setara dengan developer.
Banyaknya driver dan tidak bertambahnya orderan secara signifikan bahkan dengan mulai diturunkannya tarif dan kenaikan poin untuk mendapatkan bonus, membuat driver IT Gojek akhirnya memodifikasi apk yang dikeluarkan PT Gojek Indonesia, gue ga mau bahas legal or ga legal, harusnya pihak Gojek Indinesia yang menjawabnya. dengan Apk Gobis Mod, tentu hasil yang didapat lebih banyak dibanding yang menggunakan Gobis Original dari GI, dan ini akhirnya menimbulkan kecemburuan dan saling curiga driver dilapangan.
Bahkan dibeberapa tempat diadakan sweeping oleh pengguna Gobis Ori terhadap Driver pengguna Gobis Mod.
Melihat hal tersebut, gue jadi ketawa aja, kok bisa PT GI ga mengantisipasi hal tersebut, jadi apa gunanya ahli IT yang berasal dari India jika selama ini mod masih bisa digunakan dengan amannya.
Mungkin sudah saatnya GI mengikuti tetangga sebelah, Bid dari sisi server, bukan client, tentunya sebelum itu dibuat, dihabisin dulu tikus-tikus yang masih berpotensi menggagalkan hal tersebut.

SẢN PHẨM TƯƠNG TỰ

No comments :